Pada Kemarin Hari Itu

Ku atau mu yang ditanya oleh waktu

Yang, lalat-lalat hinggap di tanah tak berdenyut

 

Namamu hilang, dalam ingatan lelaki beruban pucat

Pada suatu denting jam berduri, azan di seberang sungai berserabut

Menghuni rumahnya. Tanggal berapa lagi kauhitamkan

Maka hitamlah api

 

Hangus sudah harum yang kaububuhi pada tangan tuanya

Sampai pada suatu malam mengadu

Sehelai uban ia tanam di atas bantal

 

Saat kau datang,

Tanyakan pada lalat yang menghuni tubuh ayahmu

Tentang yang terjadi kemarin hari

 

Author : Rifki. M | mahasantri, dan mahasiswa UIN Syarif Hidayatulah

 

Iklan